
21. Chelsea
Tidak seperti makhluk buas mengaum yang mendominasi lambang The Blues dari tahun 1986 sampai 2005, model singa milik Chelsea yang ini jauh sekali dari mengerikan dan mengintimidasi siapapun.
Banyak perubahan dilakukan saat memperbaharui logo
lama mereka, jadi tidak ada alasan sama sekali untuk meletakkan makhluk
yang seharusnya menyeramkan ini jadi hanya seperti sedikit terlihat
kecewa saat striker lawan mengalahkan jebakan offside mereka. Atau memang ini yang sebenarnya dimaksud Chelsea?
Atau, raja hutan ini mungkin sedang terganggu
konsentrasinya saat melakukan sesuatu yang penting. “Jadi, saya
persembahkan pada Anda kunci kota ini, untuk serv... oh halo, Bill. Saya
tidak melihatmu tadi.”
20. Benevento Calcio
Saat artikel ini ditulis, Benevento berada di posisi ketiga
di Serie B dan tidak terkalahkan, menyusul kemenangan 4-0 atas Bari.
Mereka bisa saja segera menembus Serie A, menghadapi Juventus.
Tim yang menghadapi Juventus
tidak boleh memiliki logo semacam ini. Apakah penyihir itu bahkan
benar-benar terbang? Logo macam apa yang membuat Anda mengeluarkan
pertanyaan semacam itu?
19. FC Sheriff Tiraspol
Sebagai tim yang sering menjadi juara di Liga
Moldova dan juga beberapa kali tampil di Europa League, Sheriff dibentuk
oleh sebuah perusahaan bernama Sheriff, bermain di Stadion Sheriff, dan
memiliki logo sheriff sebagai, well, logo mereka. Jelas sekali
seseorang di klub ini adalah fans berat John Wayne. Tetap saja,
meletakkan bintang di atas bintang, yang dilengkapi juga dengan bola
yang dibentuk dari bintang, mungkin saja memang terlalu berlebihan.
18. Warriors
Warriors memiliki nama Singapore Armed Forces FC hingga tahun 2013. Mereka tidak pernah mendapat julukan The Rhinos atau si Badak. Tapi saat S.League (Yup, begitu cara mereka mengejanya) menegaskan bahwa semua maskot haruslah binatang, menolak logo seorang warrior
(pertarung) milik Warrior, klub ini memilih badak, meski tidak ada
seorangpun di klub mereka yang bisa menggambarnya. Usaha mereka begitu
setengah hati, nyaris terlihat bagus. Kata kuncinya di sini adalah
‘nyaris’.
17. Rayo Vallecano
Meski FFT sangat mencintai klub sayap
kiri Madrid yang fantastis ini, kami rasa mereka satu langkah terlalu
jauh untuk menggunakan logo klub untuk mengejek kapitalisme dengan
menunjukkan grafik penurunan bursa efek semacam ini.
16. West Ham United
Memiliki ‘TIW’ di dua palu yang saling bersilang adalah
sebuah sentuhan yang bagus, untuk menghormati nama pendahulu klub ini,
Thames Iron Works. Meski begitu, usaha untuk membuat klub ini menjadi
lebih mendunia dengan pindah ke Stratford – dan menghilangkan Boleyn
Castle dari logo mereka – terasa begitu sinis, begitu kasar, dan rasanya
bahkan kata LONDON seharusnya dilanjutkan dengan kata (HONEST) – yang
berarti jujur.
15. Viitorul Constanta
Ia jelas gagal menendang bola itu, kan? Mungkin salah satu
tim yang berusaha untuk meraih gelar juara di Rumania ini ingin menjebak
lawan mereka agar lengah.
14. Alloa Athletic
Ya Tuhan, Logo apa ini. The Wasps degradasi dari Scottish
Championship musim lalu, setelah hanya menang empat kali. Mereka tampil
lebih baik di kasta ketiga. Kami rasa itu semua karena jumlah steroid
yang mereka suntikkan ke maskot ini.
Lalu: apakah ia menggunakan sweatbands? Apakah lebah berkeringat?
13. Manchester City
Pada Desember 2015, menyusul protes dari beberapa bagian dari fans mereka, Manchester City
membuang elang besar yang menjadi bagian dari logo mereka semenjak
tahun 1997. Desain baru ini sebelumnya direncanakan untuk diperkenalkan
pada saat Boxing Day, namun Intellectual Property Office di Inggris
merusak semua kejutan ini dengan meletakkannya di website mereka sebelum
hari Natal.
Apapun itu, waktunya mengucapkan selamat tinggal ke sang
Elang, tiga bintang, dan motto latin ‘Superbia in Proelia’ dan yang
kurang latin ‘FC’, semua orang sekarang sudah menerima bahwa Manchester
City adalah klub sepakbola. Dan fans City menyambut dengan gembira,
karena logo mereka kembali ke logo awal seperti logo klub di game Pro
Evolution Soccer.
12. Limon FC
Kosta Rika sebenarnya cukup bagus dalam hal sepakbola, jadi Primera
Division mereka layak memiliki logo klub yang lebih baik dari ini.
Setidaknya tornado berbentuk manusia ini melihat sisi lucunya... atau
mungkin ia sedang menghisap limon. Kami tidak terlalu paham.
Di samping itu, kami lebih khawatir dengan mengapa lengan
kirinya jauh lebih berotot dibandingkan yang kanan – dan, saat membahas
hal ini, mengapa tornado bahkan punya tangan. Padahal, ia pasti bisa
menendang bola dengan menggunakan, seperti Neil Ruddock, kekuatan angin.
Dan bagaimana mahkotanya bisa tidak terjatuh? Begitu banyak pertanyaan.
11. Genoa
Raut wajah di logonya sudah menjelaskan semuanya.
10. Universidad de Chile
The Chuncho, atau burung hantu pygmy Austral, ternyata dimaksudkan
untuk menjadi simbol kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, dan harmoni
spiritual. Tapi tidak ada satupun dari ketiga hal tersebut yang terlihat
dari cara La U menggambarnya. Apa yang seharusnya terlihat seperti
burung hantu malah tampak lebih seperti tengkorak yang ditempelkan di
seragam standar penggila olahraga di Amerika.
Seiring berjalannya waktu, ekspresi burung
hantu/tengkorak/apapun itu melembut dari kemarahan ke rasa humor, suatu
jalan yang pada akhirnya harus kita semua ambil.
9, 8, 7, 6. Hamburg, Nuremberg, Wolfsburg & Werder Bremen
Cobalah untuk sedikit lebih berusaha, Jerman! Semua logo ini terlihat seperti Bundesliga
baru sadar sehari sebelum musim pertama dimulai bahwa mereka tidak
mungkin bisa membedakan anggotanya, dan setiap klub harus bisa membuat
logo hanya dalam satu malam saja. Pertandigan antara Werder dan Wolfsburg tampak seperti pertarungan antara dua supermarket yang sedang bersaing. Mereka bahkan tidak sendirian.
Logo Hamburg adalah yang paling buruk, walaupun kami akan
memberikan mereka sedikit keringanan karena pola yang mereka miliki
membuat foto tim seringkali tampak sangat bagus, namun dirusak oleh
maskot aneh mereka. Anda tidak bisa melakukannya dengan gandengan tangan
beramai-ramai.
5. Wycombe Wanderers
“Gerald, apa sih yang kamu berikan sebagai makanan maskot kita?”
4. AS Marsa
Tim kasta atas Tunisia ini memiliki logo yang diambil langsung dari
buku religius anak-anak. Dan, seperti yang dikatakan toko-amal, lebih
mudah bagi seekor unta untuk melewati lubang jarum daripada masuk ke
dalam garis-garis sepakbola.Untanya sendiri tampak seolah memahami tentang ini, dan ia melihat ke jersey mengerikannya seperti sedang berkata, “Apakah punuk saya terlihat besar di sini?”. Itu seharusnya menjadi hal terakhir yang ia khawatirkan: kaki kanannya dua kali lebih panjang dari kiri dan ia punya setidaknya tiga lutut.
Tidak. Tidak. Ini sama sekali tidak benar. Seseorang di utara Afrika sedang mengubah DNA seekor unta.
3. RB Leipzig
RB Leipzig yang dibenci begitu banyak orang dibiayai oleh Red Bull,
produsen minuman energi dan malaikat bagi para supir yang mengendarai
truk. Anda mungkin bisa melihatnya dari logo klub mereka yang historis
ini. Ngomong-ngomong, nama mereka adalah ‘RasenBallSport Leipzig’ yang
berarti “Olahraga Bola Rumput Leipzig”, dan tentu saja itu benar-benar
nama mereka dan hanya kebetulan saja memiliki inisial yang sama dengan
Red Bull.
Tapi peraturan di sepakbola Jerman melarang adanya iklan di
logo mereka. Jadi, Leipzig yang non-Red Bull ini memilih memiliki dua
banteng merah yang menanduk bola emas, sebuah gambar yang sama sekali
tidak terlihat seperti logo Red Bull.
2. Catania
Rasanya tidak terlalu tepat untuk mengkritik skala yang tidak benar
di logo klub, terutama karena dasarnya memang artistik. Meski begitu,
logo Catania ini memang aneh.
Mengapa bola kulit itu begitu besar? Bukannya seharusnya
perisai biru dan merah, yang dilengkapi dengan nama klub, menjadi yang
utama di logo ini? Mengapa ada gajah yang mencoba bersembunyi di
belakang perisai tersebut? Jika Babar melakukan sesuatu yang nakal, fans
sepakbola punya hak untuk mengetahuinya.
1. Burton Albion
Sebagian besar klub mencoba untuk membuat citra klub mereka semakin
mengkilap saat menyentuh level baru. Tidak dengan Burton. The Brewers
saat ini berada di titik tertinggi dibandingkan sebelumnya, tapi mereka
menolak untuk mengubah logo tim pub yang mereka gunakan.
Lihat saja. Lihat baik-baik ke keindahan luar biasa ini.
Lambang yang dipilih Burton Albion untuk mewakili mereka ke dunia adalah
seorang gendut yang secara aneh dan tidak proporsional yang gagal
melakukan kontrol bola di sepatu dansanya. Mungkin ini adalah sebuah
peringatan tentang bahaya yang dihadapi Brewers untuk terlalu menikmati
persediaan mereka sendiri.
Sebagian besar klub mencoba untuk membuat citra klub mereka semakin
mengkilap saat menyentuh level baru. Tidak dengan Burton. The Brewers
saat ini berada di titik tertinggi dibandingkan sebelumnya, tapi mereka
menolak untuk mengubah logo tim pub yang mereka gunakan.
Lihat saja. Lihat baik-baik ke keindahan luar biasa ini.
Lambang yang dipilih Burton Albion untuk mewakili mereka ke dunia adalah
seorang gendut yang secara aneh dan tidak proporsional yang gagal
melakukan kontrol bola di sepatu dansanya. Mungkin ini adalah sebuah
peringatan tentang bahaya yang dihadapi Brewers untuk terlalu menikmati
persediaan mereka sendiri.
Sumber:
https://www.fourfourtwo.com/id/features/21-logo-klub-terburuk-di-dunia-sepakbola?page=0%2C3
loading...
0 Response to "21 LOGO KLUB SEPAK BOLA TERBURUK DI DUNIA"
Post a Comment